PENDIDIKAN LITERASI DIGITAL DIKALANGAN USIA MUDA
BY : OCA PUTRI NAZUHRA



    Penggunaan media teknologi dikalangan anak muda Indonesia sudah mencapai 85% seperti penggunaan instagram, tiktok, dan whatsapp. Media teknologi hampir digunakan setiap hari tanpa henti dan jika dirata-ratakan memposting 2 kali lebih banyak dari global average. Pelatihan literasi teknologi diperlukan agar masyarakat memiliki sikap kritis dalam menyikapi setiap informasi dan interaksi yang ada. Menurut kurniawati dan Baroroh, pengertian literasi teknologi terdiri dari dua kata yaitu literasi dan teknologi. Dapat diartikan literasi sebagai kemampuan membaca dan menulis sedangkan teknologi dapat diartikan sebagai suatu perantara baik dalam wujud benda, maka lietarsi teknologi yaitu kemampuan untuk mencari, mempelajari, dan memanfaatkan berbagai sumber media dalam berbagai bentuk.

Pengguna media sosial memiliki tiga tipe antara lain narcissm, shyness dan loneliness dengan ciri-ciri sebagai berikut: Narcissm, posting lebih sering dari pengguna lainnya, memamerkan hal-hal yang semestinya tidak perlu diunggah, media sosial lebih banyak digunakan sebagai self promotion behavior (menawarkan diri sendiri). Shyness merupakan kecemasan sosial tinggi, menggunakan media sosial lebih sering dari pada pengguna yang lain (terlihat dari jumlah postingan), media sosial digunakan untuk mengatasi kecemasan mereka. Kemudian adanya Loneliness dimana cenderung memiliki sifat yang merasa lebih nyaman dengan hubungan online antar sesama manusia, selalu merasa kesepian, penuh rasa cemas, media sosial dimanfaatkan untuk mencari siapa saja.

Faktor eksternal pada masa usia muda mempunyai pengaruh yang cukup besar termasuk pula daya tarik media, faktor-faktor kebutuhan terhadap media dan manfaat yang dirasakan dalam mengkonsumsi media. Tujuan adanya dasar literasi media ialah mengajarkan pengguna media untuk menganalisis pesan yang disampaikan oleh media massa, mempertimbangkan tujuan komersil dan politik dibalik suatu citra atau pesan media, dan meneliti siapa yang bertanggungjawab atas pesan atau ide yang diimplikasikan oleh pesan atau citra itu. Pada dasarnya media literacy merupakan kepedulian masyarakat terhadap efek negatif dari media massa. Seperti kita ketahui media massa mempunyai dua sisi mata pandang memberikan dampak positif dan negatif. Sisi negatif terkadang lebih banyak dari sisi positifnya. Diantaranya mengurangi privasi individu, meningkatkan potensi kriminal, dan juga menimbulkan overload dalam berkomunikasi. Perkembangan teknologi informasi di respon dengan adanya penetrasi dan perilaku penggunaan internet Indonesia yang mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Perkembangan teknologi informasi menjadi bagian dari munculnya era revolusi digital di Indonesia. Perkembangannya yang sangat pesat mampu memberikan pengaruh besar dan mendminasi seluruh sektor kehidupan masyarakat, termasuk di dunia pendidikan. Kemajuan teknologi informasi dan internet saat ini mengakibatkab sumber daya informasi digital sangat melimpah. Di sisi lain, perkembangan teknologi informasi diibaratkan seperti dua sisi mata yang memberikan efek positif dan negatif kepada masyarakat. Pembelajaran literasi teknologi tidak bisa dielakkan lagi.

Dengan memahami literasi media, audience media massa dapat memberikan reaksi serta menilai sebuah pesan media dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab. Sedangkan dalam mengevaluasi program kegiatan literasi media (literasi teknologi) ada 3 dimensi dalam mengukurnya, diantaranya adalah dimensi motivasi, dimensi pengetahuan, dan dimensi keterampilan. Dimana dimensi ini merupakan evaluasi terhadap tingkat keberhasilan atau pengelolaan program, kemudian tingkat keberhasilan literasi media di tengah peserta atau partisipan anggota. Literasi Teknologi tercakup dalam keterampilan belajar dan inovasi, berpikir kritis dalam pemecahan masalah, komunikasi dan keterampilan kolaborasi. terdapat 5 jenis kemahiran yang tercakup dalam istilah umum literasi teknologi meliputi: Photo – visual literacy adalah kemampuan untuk membaca dan menyimpulkan informasi dari visual. Reproduksi literacy adalah kemampuan untuk menggunakan teknologi digital untuk menciptakan karya baru dari pekerjaan. Percabangan literacy adalah kemampuan untuk berhasil menavigasi di media non-linear dari ruang digital. Informasi literacy adalah kemampuan untuk mencari, menemukan, menilai dan mengevaluasi secara kritis informasi yang ditemukan di web. Sosio-emosional literacy mengacu pada aspek-aspek sosial dan emosional hadir secara online, apakah itu mungkin melalui sosialisasi, dan berkolaborasi atau hanya mengkonsumsi konten mengatakan bahwa ada delapan elemen esensial untuk mengembangkan literasi digital, yaitu sebagai berikut : kultural, yaitu pemahaman ragam konteks pengguna dunia digital,kognitif, yaitu daya pikir dalam menilai konten, konstruktif, yaitu reka cipta sesuatu yang ahli dan actual, komunikatif, yaitu memahami kinerja jejaring dan komunikasi di dunia digital, kepercayaan diri yang bertanggung jawab, kreatif, melakukan hal baru dengan cara baru, kritis dalam menyikapi konten, literasi digital sebagai kecakapan hidup, dan bertanggung jawab secara sosial.

Media massa beralih ke media baru atau internet karena ada pergeseran budaya dalam sebuah penyampaian informasi. Seperti kemampuan teknologi digital yang memungkinkan masyarakat mendapatkan informasi secara mudah dan cepat. Teknologi digital akan berkembang lebih maju, oleh karena itu udah sepatutnya untuk kita mempelajari media teknologi lebih dalam agar dapat menggunakannya dengan baik dan memberikan dampak yang positif bagi orang lain. Dengan adanya teknologi digital maka banyak perubahan didunia seperti manusia sudah mudah mengakses informasi melalui gadget dengan mudah dan bebas. Akibat dari kebebasan mengakses sehingga memungkinkan akan membuat penyalahgunaan terhadap akses informasi dari media digital tersebut.

Berbagai macam bidang di kehidupan manusia sekarang sudah mulai banyak menerapkan berbagai perangkat teknologi digital untuk memudahkan dalam pekerjaan dan komunikasi. Manfaat dari tekologi digital ini dapat dilihat dalam dunia bisnis, dimana bagi pembisnis teknologi sangat mudah untuk digunakan meskipun hanya memiliki modal yang cukup - cukupan namun masih tetap dapat menjalankan bisnis kecil - kecilan. Contohnya dapat membuka bisnis dari rumah dengan modal sedikit dan dapat di perjualbelikan dari rumah dan dipromosikan melalui media digital sehingga tidak mengeluarkan biaya atau modal yang begitu besar. Kemudian ada dalam dunia pendidikan yaitu pada anak remaja dapat mempermudah dalam mencari referensi tugas yang diberikan dosen atau guru, dan juga mempermudah mahasiswa untuk memaparkan tuganya dalam bentuk presentasi dengan menggunakan proyektor.

Literasi teknologi menjadi faktor penting dalam pembelajaran jarak jauh. Dapat dilihat pada masa pandemi covid yang lalu di mulai pada tahun 2020 dengan perkembangan teknologi sangat membantu dalam proses belajar. Pembelajaran jarak jauh dapat terlaksana dengan menggunakan berbagai platform, baik berupa google classroom, media zoom meeting dan lain - lain. Selain aplikasi tersebut whatsapp group pun menjadi alternatif yang paling sering di gunakan dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Sehingga memudahkan komunikasi antar sesama guru dan murid dalam membuat dan mengumpulkan tugas. Namun semua teknologi itu juga memiliki dampak yang kurang baik bagi murid, yaitu seperti murid mungkin tidak terlalu mendengarkan penjelasan dari guru karena jarak jauh dan sistem yang digunakan adalah zoom meeting, dimana murid dapat menutup kamera sehingga guru pun tidak melihat bagaimana dia di balik kamera tersebut. Bisa saja murid tertidur atau bahkan sedang makan. Karena kelalaian murid tadi maka dapat menimbulkan murid tidak tahu materi dan tidak mendapatkan ilmu apa pun. Media zoom meeting pun kita harus mempunyai internet agar dapat tersambung, terkadang pada saat proses belajar mengajar menjadi tidak kompeten dikarenakan koneksi internet yang kurang bagus.

Pemanfaatan teknologi informasi dibarengi dengan kemampuan sumberdaya masnusia yang memadai, sehingga kita akan dapat terus mengikuti perkembangan teknologi informasi. Dunia digital tidak hanya mendapatkan peluang atau manfaat yang positif saja, namun juga memberikan tantangan dalam meningkatkan kualitas efisiensi dalam kehidupan.  Karena jika kita terlalu berlebihan dalam menggunakan teknologi ini kita sendiri yang akan dirugikan, dan juga kita tidak akan memaksimalkannya. Dalam bidang sosial budaya, literasi teknologi juga memiliki pengaruh positif dan dampak negatif yang menjadi tantangan untuk memperbaikinya. Salah satu contoh yang terjadi dalam media sosial budaya antara lain seperti pola interaksi antar orang berubah dengan kehadiran teknologi era digital seperti komputer atau laptop, handphone terutama pada masyarakat golongan ekonomi menengah atas.

Agar era digital membawa manfaat bagi kehidupan maka kita harus dapat menyikapi pemanfaatan teknologi  dengan serius,menguasai, dan mengendalikan peran teknologi dengan baik. Pendidikan harus menjadi media utama untuk memahami, menguasai, dan memperlakukan teknologi digital dengan baik dan benar. anak – anak dan remaja harus diberikan pemahaman terhadap teknologi digital, agar tidak terdampak sisi negatif dari teknologi digital. Begitu juga dengan orang tua, agar dapat mengontrol sikap anak – anaknya terhadap teknologi dan menggunakannya dengan baik dan benar. namun disisi lain dunia anak sangat memprihatinkan khususnya pada perubahan karakter dan mental. Mental anak dapat berubah dikarenakan mengakses terhadap pornografi dan pornoaksi yang mengkhawatirkan khususnya pada pergaulannya yang mengarah pada seks bebas. Di era digital sekarang dengan arus teknologi informasi yang sulit dibendung menjadikan persoalan moral pada anak. Anak lebih tertarik pada handphone dari pada permainan tradisional atau lama, dongeng, bermain sepeda, main petak umpat, mendengarkan lagu anak -anak, dan lain sebagainya. Bahkan remaja sekarang lebih sering tertarik bermain dari handphone seperti yang kita ketahui game online yang menambah kompleksitas persoalan moralitas anak. Masalah teknologi digital selanjutnya adalah ancaman penyalahgunaan untuk melakukan peminjaman uang dengan menggunakan kredit, pada saat sudah meminjam terkadang banyak remaja yang di hubungi namun tidak mengangkat atau merespon, bisa dikatakan seperti tidak mau tahu terhadap pinjaman yang di buat. Namun ada juga yang terkena penipuan terhadap orang yang mempercayai diberikan uang ganda setelah memberikan uang kepada penipu tersebut. Untuk mencegah terjadinya kejadian seperti ini maka sangat di perlukan untuk meminimalisir kemungkinan perusakan tersebut. Dengan membangun sebuah keamanan sistem harus merupakan langkah – langkah yang terintegrasi pada kesuluruhan sistemnya. Melihat variasi media penyampaian komunikasi massa yang beragam, tentunya dapat ditarik kesimpulan bahwa informasi yang di sampaikan dapat menyebar dengan luas dalam jangka waktu yang cepat. Hal tersebut pasti memiliki dampaknya tersendiri bagi pemakainya.

Perkembangan teknologi di zaman milineal seperti sekarang memang memiliki banyak sekali manfaat, khususnya pada bidang pendidikan. Oleh karena itu, banyak sekali orang yang ingin menguasai dan memanfaatkan perkembangan teknologi. Namun, tidak bisa dipungkiri pemanfaatan teknologi di dalam sektor pendidikan memiliki beberapa kendala seperti kurangnya pengadaan infrastruktur teknologi. Hal ini disebabkan sulit dijangkaunya beberapa daerah tertentu di Indonesia, sehingga penyebarannya tidak merata

Dampak positif lainnya yang dapat di ambil yaitu komunikasi media yang dapat dilakukan secara cepat dengan segala macam teknologi informasi yang ada, mendatangkan dampak positif bagi penggunanya. Dimana masyarakat dapat mengetahui informasi dengan cepat dan dapat mengakses informasi secara mudah dan efisien. Informasi yang di peroleh dari komunikasi media ini juga bersifat luas sehingga siapapun yang memiliki medianya akan dapat mengakses dan mengetahui informasi tersebut. Disisi lain, komunikasi media juga dapat berdampak negative bagi penggunanya. Terkadang informasi yang disampaikan melalui komunikasi media ini tidak akurat. Kemudian sering pula terjadi penyebaran hoax atau berita palsu dalam proses komunikasi media. Fenomena lain dapat juga kita lihat dalam kegiatan komunikasi media ini, seperti sering kali terjadi penyampaian informasi yang mengarah pada penggiringan opini publik yangmenyebabkan masyarakat luas secara tidak langsung membenci atau berpikiran negative sesuai dengan opini yang disampaikan melalui komunikasi media itu sendiri. Contohnya dapat dilihat dari informasi artis yang tersebar bahwa pasangan suami istri yang diam – diam sudah tidak bersama lagi. Padahal mereka tidak mengatakan apa pun di sosial media, namun karena mereka jarang upload video bersama menyebabkan netizen atau para fans menyatakan bahwa mereka sudah berpisah, itulah yang menyebabkan berita hoax atau opini yang menyimpulkan sendiri tanpa mencari tahu kebenaran berakibat orang lain mempercayai informasi tersebut. Dapat di katakan bahwa komunikasi media juga dapat mempengaruhi emosi dan persepsi dari masyarakat yang masuk di dalamnya yang akan mengarahkan masyarakat pada disorientasi informasi. Disorientasi informasi merupakan suatu keadaan yang membuat khalayak media kehilangan kesadarannya dalam menikmati media. Begitu nikmatnya, hingga khalayak tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana semestinya. Dapat juga dipersepsikan bahwa mengakibatkan hari – harinya akan mendapatkan informasi sajian media yang tidak jelas, apakah informasi itu berguna bagi masyarakat tersebut atau informasi tersebut telahsesuai atau tidak. Dalam hal ini kewaspadaan masyarakat sangat di butuhkan untukmelakukan seleksi terhadap tayangan, maupun bacaan yang mereka konsumsi dari media komunikasi tersebut. Kewaspadaan ini di maksudkan untuk mengantisipasi efek negatif dari media komunikasi. Perlu pengendalian yang kuat dari kita sendiri atau masyarakat dalam memahami media komunikasi dengan cara sebagai masyarakatlah yang seharusnya menjadi penguasa dan pengendali media, bukan sebaliknya di mana masyarakat yang dikendalikan dengan kekuatan media komunikasi sehingga masyarakat kehilangan identitas diri sebagai manusia.

Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa literasi teknologi dan komunikasi ternyata berhubungan. Yang dimaksudkan untuk mengantisipasi dampak negatif dari komunikasi dapat diperoleh melalui literasi teknologi. Literasi teknologi ini menjadi kemampuan yang wajib dimiliki oleh seseorang yang berkecimpung dalam komunikasi. Namun bukan berarti literasi teknologi menjadi sarana untuk menolak ataupun menggugat media untuk tidak lagi menyampaikan informasi seperti tugasnya. Dengan adanya literasi teknologi, komunikasi akan memilih informasi yang di dapatkannya. Karena apabila masyarakat atau remaja mengabaikan dampak media terhadap kehidupannya, maka masyarakat akan menanggung resiko terperangkap dan terbawa oleh perubahan dari pada mengendalikan. Selain itu dapat disimpulkan bahwa literasi teknologi merupakan kemampuan untuk menilai makna dalam setiap informasi dan kemudian membangun informasi untuk di sampaikan kepada orang lain. Denganadanya literasi maka masyarakat akan lebih berhati – hati dalam memilih informasi yang di dapatkannya sehingga terhindar dari hoax atau opini.

Dari yang telah ditulis dapat diketahui bahwa teknolgi dapat memberikan efek atau dampak positif dan dampak negatif. Dilihat bahwa dampak positif yang diambil, kita bisa mendapatkan informasi yang baru dengan cepat, mendapatkan pesan islamiah dari kajian-kajian online, mempermudah menyelesaikan tugas dari sekolah dan lain sebagainya yang masih banyak. Namun terdapat dampak negatifnya seperti remaja jika sedang berkumpul asik sendiri dengan handphone ada yang sibuk dengan membalas whatsapp, ada juga yang sibuk dengan game online, dan itu membuat saya kurang baik dalam kehidupan sehingga kurangnya komunikasi terhadap sesama.

file:///C:/Users/TOSHIBA/Downloads/PENDIDIKAN_LITERASI_DIGITAL_DI_KALANGAN_USIA_MUDA_.pdf


Email : ocaputrinazuhra@gmail.com

Komentar

Posting Komentar